[TERJEMAHAN] B.L.T. EDISI AGUSTUS 2017 – SHIDA MANAKA “KEYAKI LOVE WAWANCARA 10.000 HURUF”

“Saat melihat bintang di langit, kami menangis.”

– Apa kau suka dengan jet coaster atau jenis atraksi yang membuat berteriak?

Shida: Aku sangat suka. Karena menyenangkan jadi berteriak.

– Kalau begitu, apa kau menikmati pemotretan kali ini…?

Shida: Iya. Rasanya tidak seperti pekerjaan, apa tidak apa-apa bersenang-senang seperti ini.

– Kami ingin mengambil dari dekat bermacam-macam ekspresi Shida-san yang bersenang-bersenang dengan polos, atau melamun tentang sesuatu.

Shida: Begitu, ya. Tapi, kupikir aku sudah menunjukkan diriku sejak sebelumnya, jadi tidak ada yang namanya bagian “depan” dan “belakang” dari diriku.

– Benar juga, kelihatannya prasangka bahwa kau adalah orang yang “cool” juga semakin tidak terlihat.  Bahkan sudah lama tidak terlihat di acara reguler “Keyakitte, Kakenai?”.

Shida: Bagaimana, ya… waktu aku mencoba menonton siaran “Keyakake”, ternyata benar-benar lucu (XD). Ah, bukan aku yang lucu tapi acaranya.

– Aku akan berkata jujur, Shida-san itu sangat lucu lho!

Shida: Benarkah? Kalau benar begitu, itu karena aku bersama dengan member. Aku bisa menjadi diriku yang apa adanya. Tapi, orang-orang yang datang di event handshake karena imejku di acara kami, “Di luar dugaan semangatmu rendah,” banyak yang bilang begitu padaku akhir-akhir ini. Tapi, aku bukan menurunkan semangatku dengan sengaja, aku hanya kembali ke diriku yang biasanya.

– Dengan menjadikan “hubungan antara member dan Shida Manaka” yang semacam itu sebagai pintu masuk, kupikir aku bisa mengungkap “Cinta Shida-san pada Keyaki”. Langsung saja, akhir-akhir ini kau pergi keluar dengan siapa?

Shida: Sebelum ini, aku pergi keluar sama Risa (Watanabe). Setelah syuting drama selesai, karena kami jadi bisa menyempatkan waktu, kami membicarakan “Ingin makan daging yang agak mahal di restoran yang terkenal deh”. Kami takut kalau pergi sendirian ke restoran semacam itu, jadi kami janjian pergi ke sana berdua.

– Seperti biasanya cintamu pada Risa-san begitu dalam, ya (XD).

Shida: Tapi, Risa itu sibuk, bukan berarti aku selalu bersamanya. Dani (Oda Nana) juga nampaknya kesulitan melakukan pekerjaan dan kuliah di saat bersamaan… Akhir-akhir ini mungkin aku lebih sering bersama Akane (Moriya) dan Yone (Yonetani Nanami). Aku baru saja pergi makan yakiniku bareng Yone. Apalagi sampai 2 kali (XD). Lalu, kami juga pergi ke karaoke.

– Sebelum membicarakan tentang Yonetani Nanami-san, kau pernah bilang jumlah koleksi komikmu sangat banyak.

Shida: Benar. Aku punya banyak. Sebelum ini, aku meminjamkan komik rekomendasiku pada Akane. Tapi, Akane selalu terlambat mengembalikan. Kalau belum sekitar 3 bulan, pasti tidak dikembalikan (XD).

– Hee, padahal dia terlihat selalu tepat waktu.

Shida: “Maaf, aku telat balikin”, dia bilang begitu sambil mengembalikan dan menyerahkan oleh-oleh dari Sendai pada saat yang bersamaan. Dalam hal ini, Yone yang selalu tepat waktu.

– Di antara member siapakah yang tepat waktu semacam itu?

Shida: Siapa, ya… Ah, Dani mungkin yang lumayan seperti itu. Aku yang pinjam dari dia sih, tapi dia langsung menagihku. “Sudah saatnya kau mengembalikan,” katanya. Apalagi, sebelum aku ingin mengembalikannya, dia pasti sudah datang menagihnya duluan. Dani itu ketat dalam menagih sesuatu (XD).

– Itu juga hal yang sedikit di luar dugaan. Padahal kelihatannya orang yang kalem. Kalau begitu, aku akan bertanya mengenai member secara urut. Pertama-tama, dimulai dari Uemura Rina.

Shida: Ada tidak ya pinjam-meminjam dengan Rina… Ah, aku sering pinjam charger (smartphone) miliknya (XD). “Rina baba pinjam charger dong~” saat aku bilang begitu, dia meminjamkannya sambil tersenyum pahit. Tapi, aku mengatakan ini dengan serius, penampilannya memang seperti anak-anak, tapi sebenarnya Rina cukup dewasa. Saat bersama dengannya, aku merasa dia seperti sosok kakak perempuan. Pee (Watanabe Rika) juga sama seperti dia. Dia selalu memperhatikan dan mencemaskan member yang lebih muda. Kalau dia melihat ada member yang terlihat tidak ceria, dia akan bilang “Kamu tidak apa-apa?”.

– Kau merasakan kebaikan hati dan kelapangan hati mereka, ya. Nah, kalau boleh aku ingin diberitahu cerita tentang Watanabe Rika-san yang seperti sosok kakak perempuan itu.

Shida: Aku juga meminjamkan komik pada Pee, tapi dia benar-benar jahat. Menurut anda di mana dia meletakkannya?

– Aduh~ aku tidak tahu. Memangnya ada di mana?

Shida: Dia meletakknya di bawah kolong tempat tidur. Waktu aku bilang padanya, “Eh, sungguh nggak bisa dipercaya”, dia bilang “Maaf. Tapi, itu tempat yang paling aman.” Aku benar-benar tidak paham bagaimana bisa disebut aman (XD).

–  Itu alasan yang sangat bagus (XD). Kalau begitu… member selanjutnya, bagaimana dengan Koike Minami-san?

Shida: Kalau Miichan (Koike)… mungkin aku tidak pernah pinjam-meminjam dengannya. Aku juga tidak tahu bagaimana dia menghabiskan waktu liburnya. Aku membayangkan Miichan itu orang yang keramas di pagi hari. Poni rambut yang sudah tertata rapi sejak pagi itu sangat khas Miichan.

– Ternyata begitu. Nah, mari dilanjutkan. Kobayashi Yui-san bagaimana?

Shida: Waktu Koba (Kobayashi) main ke rumahku sebelum ini, (sambil menirukan suara Kobayashi) dia bilang begini, “Aku selalu ingin ke sini”, dia merasa seperti di rumah sendiri.

– Kalian juga selalu berdua saat wawancara B.L.T. di lokasi syuting MV, ya? Biasanya apa yang kalian bicarakan berdua?

Shida: Koba itu bagiku sangatlah lucu (XD). Dia orang yang dingin dalam artian positif… dia selalu nyeletuk dengan nada datar dalam berbagai hal. Apalagi, lidahnya sangat tajam.

– Mungkinkah dia member yang paling cool?

Shida: Hmm, dibandingkan cool dia lebih terasa santai dan tenang. Dani (Oda) seperti biasanya selalu mengejarnya, tapi sebelum ini, waktu member naik lift, keadaannya penuh sekali, kalau tidak berdesak-desakan, kami semua tidak bisa masuk. Kemudian, Dani mendekat ke Koba, dia terlihat begitu senang. Tapi, Koba bilang padanya “Duh hentikan…,” sambil memasang wajah yang terlihat sangat tidak suka.

– Rasa cinta yang tak terbendung, ya (XD). Tapi, semua member menyukai Oda-san yang seperti itu, apakah begitu?

Shida: Tidak, akhir-akhir ini mungkin dia agak cerewet. Risa juga bilang begitu padanya “Belakangan ini, kamu cerewet deh” (XD). Lalu, Dani seperti biasanya tetap membaca buku dengan tenang.

– Kalau tidak salah, apakah benar cinta Risa-san ke Oda-san sudah menjadi dingin?

Shida: Menurutku bukan begitu. Mungkin karena dia itu tsundere.

– Ah, ternyata begitu. Ngomong-ngomong, tadi kau bilang sering bersama dengan Moriya-san, apa ada suatu cerita tentangnya?

Shida: Cerita tentang Akane… Ah, saat syuting beberapa waktu yang lalu, staff memanggilnya “Akane, ganti baju sana~”. Dia menjawab “Baik~”. Saat dia berlari-lari kecil, dia terjatuh. Aku dan Risa melihat kejadian itu. Akane itu mungkin punya imej yang selalu serius, tapi ada juga bagian yang manis seperti tadi. Menurutku itu lucu.

– Jadi, Moriya-san itu punya gap yang manis seperti itu (XD).

Shida: Satu lagi, Akane bilang padaku dia ingin menonton film “Peach Girl”, aku mengiyakannya,  jadi kami akhirnya pergi berdua ke bioskop beberapa waktu yang lalu. Lalu, di dekat tempat dudukku dan Akane, ada seorang perempuan yang datang sendirian, orang itu menangis padahal itu sama sekali bukan adegan yang sedih. Kami jadi tertarik pada orang itu, bukan pada filmnya… Ah, ini bukan cerita tentang Akanen itu orang yang seperti apa (XD). Tapi, cerita tentang pergi ke bioskop bersama-sama.

– Aku paham kalian memang sibuk, tapi apa kau sering pergi menonton bioskop dengan member?

Shida: Tidak, sejak pindah ke Tokyo aku hanya pernah nonton 2 kali. “Peach Girl” dan “Koboreru Knife” saja. Aku menonton “Koboreru Knife” berempat dengan Techi (Hirate Yurina), Miyu (Suzumoto), dan Akane. Filmnya cukup berat sih, tapi aku sudah puas hanya dengan melihat akting Komatsu Nana-san yang kusukai. Aku ingin bertemu Komatsu Nana-san~

– Bukankah mungkin akan terlibat bersama dalam suatu pekerjaan?

Shida: Itu tidak mungkin~ Aku juga suka Nikaido Fumi-san, tapi ternyata itu tidak pernah terjadi sekali pun.

– Ternyata begitu. Lalu, kembali ke pembicaraan tentang Keyaki… apakah ada cerita tentang Sugai-san?

Shida: Yukka (Sugai)… ada tidak, ya… Hmm… Ah, menurutku dia dibesarkan dengan baik dan serius (XD). Aku membayangkan dia mengatur supaya jadwal kuliah dan pekerjaannya tidak saling bertabrakan. Tapi, aku juga berpikir begitu saat melihat Dani. Tapi, aku juga ingin mencoba kuliah. Aku tertarik mempelajari pakaian dan cara menata pakaian.

– Soalnya Shida-san modis sih. Nah, selanjutnya… bagaimana dengan Ishimori Nijika-san?

Shida: Soal itu… ini juga cerita tentang lift sih. Pernah suatu waktu kami tidak bisa masuk sekaligus, beberapa orang jadi harus menunggu di lantai 1. Lalu, Nijika yang masuk terakhir di grup pertama turun lagi, sebelum liftnya turun dia menekan tombol ke lantai 1 supaya lift bisa sedikit lebih cepat sampai ke member yang menunggu di bawah. Melihat hal itu, menurutku Nijika itu baik hati.

– Cerita yang sungguh bagus~. Kalau begitu, mari dilanjutkan. Bagaimana dengan Saito Fuyuka-san?

Shida: Fuuchan (Saito)? Fuuchan itu… waktu aku ganti nomor hape, dia bilang padaku “Jangan blok aku, ya”. Hal itu membekas di ingatanku. Sebelumnya aku pernah bercanda, “Fuuchan akan kublok, jadi jangan add aku, ya”. Kemudian, dia mempercayainya dan mengirim pesan padaku, “Kumohon jangan blok aku”. Lalu, saat pertama kali bertemu dengannya di hari setelah aku ganti nomor hape, “Kamu nggak ngeblok LINE-ku, kan?”, dia benar-benar khawatir.

– Fuyuka-san mengatakan hal semacam itu sungguh di luar dugaan.

Shida: Di luar dugaan dia orang yang mudah khawatir.

– Sepertinya begitu, ya. Satu lagi, baru-baru ini Fuyuka-san sering mengatakan “Aku ingin waktu kebersamaan dengan member Keyaki berlangsung selamanya”, bagaimana menurut Shida-san tentang hal itu?

Shida: Ah, dia pernah bilang itu di “Keyakake”. Satu lagi, soal itu! Waktu syuting MV “Eccentric”, aku, Fuuchan, dan member lainnya menangis saat berbaring di rumput sambil melihat bintang di langit malam. Aku, Miyu, Fuuchan, Neru (Nagahama), Nanako (Nagasawa), Dani, lalu Pee mungkin juga ada.  Ada cukup banyak member yang berbaring dengan memakai mantel, awalnya kami bilang “Mungkin kita bisa melihat bintang jatuh~”. Kemudian, Neru mulai berbicara panjang lebar! (menaikkan suaranya sekitar 1 oktaf) Karena dia bilang begini, “Kita ini kecil banget, kan?”, Fuuchan jadi menangis. Lalu, kami mulai memutar lagu sedih di hape. Lagu yang bertema tentang kelulusan. Lalu, Neru bilang lagi “Kita ini gimana caranya bisa ketemu?”. (Dengan nada seperti suara Nagahama) “Neru dan Manaka itu asalnya dari Nagasaki dan Niigata. Normalnya pasti kita nggak bisa ketemu~”. Mendengar hal itu, Fuuchan menangis lagi. Miyu yang ada di sampingnya bilang “Aku melihat UFO!”. Padahal awalnya kami melihat langit malam hanya karena ingin mencari bintang jatuh. Tapi, lokasi itu memang penuh dengan bintang, benar-benar cantik. Ngomong-ngomong, akhirnya kami bisa melihat bintang jatuh.

– Rasanya seperti masa muda, ya~ Itu bagus. Masih belum berpengalaman itu bagus. Ngomong-ngomong, kau juga cukup akrab dengan Suzumoto-san yang mengatakan hal yang aneh, ya?

Shida: Miyu itu juga lucu lho. Kami cukup sering bertukar pesan di LINE. Satu lagi, Dani akhir-akhir ini selalu membaca buku, Miyu melakukan berbagai cara agar Dani melihat ke arahnya, dia berusaha mengganggunya. Tapi, Dani selalu mengabaikannya (XD).

– Kegemaran Oda-san dalam membaca juga tersampaikan melalui blognya, ya. Nah, mari berpindah ke pembicaraan tentang Nagasawa Nanako-san yang akrab dengan Oda-san.

Shida: Nanako itu lucu sih, tapi dia pokoknya orang yang aneh. Waktu aku di sebelahnya saat di ruang ganti, aku bermain-main dengan memegang bokongnya. Member lain selalu mengatakan “hentikan~” saat aku melakukan itu, tapi Nanako malah sebaliknya, dia memegang tanganku kemudian menyentuhkannya sendiri ke bokongnya. Malah aku yang jadi terkejut “Eh!?” (XD).

– Dibandingkan sesuai dengan ekspektasi… Nagasawa-san ternyata jauh lebih aneh dari yang kubayangkan (XD).

Shida: Sejak saat itu, Aku dan Nanako selalu bermain-main, waktu kami berdekatan kami akan bermain-main dan menyentuh bokong (XD).

– Aku seperti mencium dunia yang terlarang (XD). Mari berpindah ke pembicaraan tentang member selanjutnya. Kalau begitu, Sato Shiori-san.

Shida: Waktu sedang berpindah lokasi, kami semua sering tertawa-tawa sendiri saat mengirim gambar-gambar lucu di grup LINE Keyaki, tapi waktu Shiichan dan Nijika baru saja mengirim gambar, suasana tiba-tiba jadi hening. Di momen itu, sebaliknya justru sangat lucu (XD). Meskipun selera humor mereka berdua agak berbeda, tapi sebenarnya kami semua janjian agar suasana jadi hening saat giliran mereka yang mengirim, kemudian baru kami tertawa.

– Jadi itu tertawa yang paradoks, ya. Satu lagi, Sato-san melakukan pekerjaan di bidang seni desain yang menjadi keahliannya. Dia juga punya pekerjaan di luar grup, bagaimana kau melihat pekerjaan solonya itu?

Shida: Aku melihat kostum yang didesain Shiichan di panel iklan besar di stasiun, aku berpikir “Wah, hebat. Kostumnya lucu.” Aku bukan melihatnya sebagai sesama member, tapi aku melihatnya sebagai seorang penonton.

– Desain grafis yang ditampilkan di monitor saat “Bokutachi no Sensou” di Konser Ulang Tahun Ke-1 juga dibuat oleh Sato-san.

Shida: Eehh, aku tidak tahu soal itu. Enak ya, aku ingin melihatnya. Karena aku sedang bersiap-siap di belakang panggung, aku jadi tidak melihatnya. Itu sudah pasti sih. DVD-nya bisa jadi dengan cepat tidak, ya~.

– Drama 1 tahun yang lalu “Tokuyama Daigoro wo Dare ga Koroshita ka?” juga baru saja diubah ke dalam bentuk softcopy. Ternyata memang memakan waktu yang lama, ya? Ngomong-ngomong, sudah berlalu 1 tahun sejak syuting drama “Tokuyama”.

Shida: Cepat sekali, ya. Drama “Tokuyama”, ya… staffnya orang-orang yang baik hati semua. Tapi, waktu syuting sudah pasti melelahkan (XD).

– Sudah bisa dianggap sebagai kenangan yang indah?

Shida: Belum sama sekali. Itu masih seperti latihan. Tapi. waktu syuting berakhir aku menangis. Aku dan Akane… bukan, kami semua menangis.

– Aku membayangkan member Keyaki itu mudah menangis, tapi aslinya bagaimana?

Shida: Kalau ada yang menangis, kami jadi mudah ikut menangis. Makanya kami akan bilang “Hentikan, jangan menangis” (XD).

– Ngomong-ngomong, menurut Shida-san siapa member yang mudah menangis?

Shida: Siapa ya? Ah, Neru! Bahkan dalam keadaan yang tidak menyedihkan dia langsung menangis. Aku bilang “Neru~ Jangan menangis~”. Kemudian, karena dia bilang “Aku takut~” sambil menangis tersedu-sedu, sekalipun Neru masih terus menangis, aku mencoba tidak mengatakan apa-apa (XD).

– Hal itu dalam arti tertentu adalah bentuk kebaikan hati. Nah, selanjutnya… mari membicarakan tentang Habu Mizuho-san.

Shida: Aku sangat memperhatikan Habu-chan. Dia cantik. Semuanya sangat teratur. Wajahnya, bagian tubuhnya, tinggi badannya. Lalu, aku tanpa sadar terus memperhatikannya, Habu-chan pun sadar kalau dia sedang diperhatikan, lalu mata kami bertemu. Tapi, kami sama-sama terkejut “!”, pada akhirnya kami saling mengalihkan pandangan (XD). Mungkin, Habu-chan berpikir aku adalah orang yang aneh. Kupikir aku harus mengatakan bahwa itu hanya kesalahpahaman, tapi aku tidak bisa mengatakannya (XD).

– Besok (keesokan hari setelah wawancara ini) kebetulan aku akan bertemu Habu-san untuk wawancara…

Shida: Kalau begitu, tolong katakan bahwa Shida-san melihat Habu-san karena alasan seperti itu (XD).

– Aku tidak terlibat sih, tapi apa tidak sebaiknya dijelaskan sendiri?

Shida: Kalau aku mengatakannya sendiri rasanya memalukan, bukankah menjelaskannya jadi sulit~. Apalagi, aku melihat Habu-chan 5 kali sehari, wajahnya pasti jadi serius. Mungkin dia akan berpikir “Apa sih?”… aku akan sangat terbantu kalau anda bersedia menjelaskan sampai dengan hal itu (XD).

– Aku mengerti (XD). Nah, selanjutnya mari membicarakan Ozeki Rika-san.

Shida: Ozeki juga sama seperti Rina, di “Keyakake” dia terlihat lemah, tapi biasanya dia seperti sosok kakak perempuan. Ketika melihat member yang lain dalam suasana yang sedang tidak bagus, dia akan mencairkan suasana. Tapi, aku memanggil Ozeki dengan panggilan “Chinpa” (XD). (Chinpa: simpanse)

– Bagaimana reaksi Ozeki-san saat dipanggil seperti itu?

Shida: Hidungnya jadi besar. Waktu aku memanggilnya “Chinpa~”, dia akan mendenguskan nafas. Itu juga bisa disebut “Ozekawa”. (Ozekawa: Ozeki kawaii)

– Rasanya aku jadi bisa membayangkannya (XD). Nah, bagaimana dengan Harada Aoi-san?

Shida: Aoi sekarang umur berapa? 16 tahun? Sudah 17 tahun? Eh, seram~

– Waktu grup ini terbentuk, dia murid kelas 3 SMP, tapi sekarang sudah kelas 2 SMA.

Shida: Rata-rata umur Keyaki semakin bertambah, ya? Karena itu, ketika member yang usianya setahun di atasku sudah memasuki usia dewasa, setengah dari grup sudah melampaui usia 20 tahun. Baru-baru ini, Fuuchan sering mengatakan hal tersebut.

– Tenang saja, kupikir orang luar tidak akan terlalu mempermasalahkan rentang usia grup seperti yang kalian pikirkan. Kemudian, kelanjutan dari pembicaraan tentang Harada-san yang tidak begitu kuketahui di Keyaki…

Shida: Perbedaan ketika aku berpikir Aoi itu dewasa dan masih anak-anak sangatlah tipis. Saat aku dan Risa ngobrol di ruang ganti misalnya, Aoi tiba-tiba masuk di antara kami. Padahal tempatnya sangat sempit. “Kenapa kamu repot-repot ke sini?”, bahkan saat aku menanyakan itu, dia tetap bersikap biasa saja, kupikir itu sungguh hebat. Tapi, saat dia benar-benar cerewet, aku akan bilang padanya “Aoi, kamu cerewet banget deh”. Kalau aku bilang begitu, (sambil menirukannya) dia akan menggembungkan pipinya. Risa kemudian akan menirukannya (XD).

– Dari sudut pandang Harada-san, bukankah itu berarti dia masuk di antara kalian berdua karena memang ingin digoda?

Shida: Menurutku juga begitu. “Kenapa kau menirukanku? Hentikan~”, dia mengatakan itu dengan wajah yang terlihat senang.

– Apa kau menganggap itu hal yang manis?

Shida: Bagaimana ya~ (XD). Tapi, menurutku penampilan Aoi yang tidak berubah adalah hal yang hebat dalam arti yang positif. Techi benar-benar terlihat semakin dewasa, menurutku bahkan mungkin lebih dari itu.

– Apa kau juga merasa Hirate-san punya sifat yang dewasa?

Shida: Iya… tapi, dia suka taman bermain, sifatnya yang manis juga ada kok. Waktu kami tampil di festival di Laguna Ten Bosch (di Kota Gamagori, Aichi), semua member naik jet coaster di jam kosong. Itu Techi yang mengawali, dia bilang “Aku ingin naik”. Lalu kami juga bilang, “Ayo naik! Ayo naik~!” (XD).

– Saat mendengar cerita yang sesuai dengan umurnya itu, entah kenapa jadi merasa lega, ya (XD). Karena member Kanji Keyaki sudah satu putaran, jadi aku juga ingin bertanya tentang member Hiragana Keyaki. Di blogmu kapan hari tertulis bahwa kau berteman akrab  dengan Saito Kyoko-san dan Sasaki Mirei-san, ya?

Shida: Aku juga cukup banyak ngobrol dengan member Hiragana. Saat ini, kakak perempuanku meng-oshikan Katoshi (Kato Shiho), jadi waktu aku mengirimkan foto Katoshi pada kakakku, dia sangat senang. Penampilan Katoshi membuat kita berpikiran bahwa dia orang yang menakutkan, tapi member sering bilang kalau dia itu lelet (XD).

– Ternyata dia lelet, ya. Nah, Saito Kyoko-san yang menyukai ramen itu orangnya seperti apa?

Shida: Kyoko? Kyoko kupanggil “Nko” (XD).

– Hee, kenapa?!

Shida: Nama panggilannya “Kyonko”, kan? Dari nama itu, bagian “Kyo” dihilangkan. Saat tiba-tiba aku menyapanya “Pagi, Nko!”, (menirukan suara rendah Saito Kyoko) “Ah, selamat pagi. Ah, bisa tidak berhenti memanggilku “Nko”?” dia bilang begitu dengan nada datar. Itu sangat lucu (XD). Satu lagi, Risa menyukai Memi (Kakizaki), dia sering mengatakan “Adek bayi~” dengan suara bayi. Tapi, waktu Kyonko lewat dia bilang, “Ah, ada Nko. Otsukare~”. Seperti itulah saat kami menggodanya. Lalu, aku cepat akrab dengan Kumi (Sasaki) dan Mao (Iguchi). Kami berempat termasuk Risa pernah pergi makan sama-sama. Kumi dan Mao punya kepribadian yang sangat bagus, bersama dengan mereka terasa nyaman. Aku sangat suka.

– Oh, kalian cukup banyak berinteraksi, ya. Dengan ritme seperti itu, aku ingin mendengarkan cerita tentang Ushio Sarina-san.

Shida: Ah, aku belum terlalu banyak ngobrol dengan Ushio-chan. Suaranya manis, sepertinya dia sangat feminin. Lalu, dia akrab dengan Miichan. Saat event handshake misalnya, aku sering melihat mereka berdua bersama. Melihat mereka, aku berpikir mereka yang sama-sama kalem itu cocok.

– Ternyata begitu. Nah, bagaimana dengan Sasaki Mirei-san? Kau tadi bilang berteman akrab juga dengannya…

Shida: Pertama-tama, Miipan (Sasaki) itu adalah tipeku, baik itu wajah maupun auranya. Ngomong-ngomong, Ozeki juga suka Miipan, dia sangat populer di antara member Kanji Keyaki. Tapi, hal yang kumengerti baru-baru ini setelah akrab dengannya adalah di luar dugaan ternyata dia kekanak-kanakan. Kesan seseorang yang bisa diandalkan jadi hilang. Itu juga manis sih (XD).

– Jadi, adanya gap adalah hal yang bagus. Kalau begitu, mari membicarakan tentang Kageyama Yuuka-san.

Shida: Aku masih belum banyak ngobrol dengan Kageyama-chan. Aku membayangkan dia orang yang bisa diandalkan. Satu lagi, kemampuan komunikasinya tinggi. Sejak awal dia berbicara padaku, “Tolong berfoto denganku”, aku merasa dia sungguh hebat saat mengingatnya. Kalau itu aku, aku pasti tidak bisa mengatakannya karena aku pemalu (XD).

– Mungkin tipe orang yang tidak ada di Kanji Keyaki, ya. Kalau begitu, Takase Mana-san dan Higashimura Mei-san yang seumuran dengan Shida-san itu orang yang seperti apa?

Shida: Eh, mereka seumuran denganku? Ah, benar juga. Waktu aku dan Risa tahu kalau mereka seumuran dengan kami, “Rasanya kita bertambah tua dengan cepat, ya”, kami membicarakan tentang hal itu (XD). Saat melihat mereka, selera pakaian mereka benar-benar berkebalikan denganku… terasa anak muda. Sejujurnya, aku belum banyak ngobrol dengan mereka, jadi sebenarnya aku tidak terlalu paham.

– Ternyata begitu. Ada satu orang lagi yang seumuran denganmu, Takamoto Ayaka-san…

Shida: Ah, aku juga belum banyak ngobrol dengan Takamoto-chan…

– Wajahnya mirip dengan Saito Kyoko-san, jadi mereka dibilang seperti anak kembar.

Shida: Ah, ternyata begitu. Tapi, Kyonko itu benar-benar lucu. Di event handshake dia berpakaian seperti seorang perawat. Waktu aku bilang, “Nko, otsukare~”, dia membalas “Ah, otsukaresama. Tapi, aku bukan Nko”, responnya yang biasa saja itu benar-benar lucu. Lalu, saat aku bilang “Lakukan Kyonko Heart dong~”, (tangannya membentuk hati, sambil menghembuskan udara) dia melakukan itu untukku. Karena itu kepanjangan, saat aku bilang ingin versi yang lebih singkat, dia menyilangkan jari telunjuknya dan membuat “Mini Kyonko Heart”. Dia merespon permintaanku yang tidak masuk akal, kupikir dia itu anak yang baik. Ah, aku sungguhan lho! (XD).

– Tenang saja. Itu benar-benar tersampaikan padaku kok! Nah, member terakhir, bagaimana dengan Shida Manaka-san sendiri…?

Shida: Eeehh~ Aku tidak paham… Aku benar-benar tidak memahami diriku sendiri.

– Padahal kau sangat memperhatikan orang lain?

Shida: Memangnya begitu? Tapi, Shida Manaka yang dilihat secara obyektif, mungkin tidak terlihat sebagai anak yang baik.

– Itu tidak benar, sungguh.

Shida: Tidak apa-apa kok. Satu lagi, aku mempunyai foto polaroid Risa lebih banyak dari siapapun. Kira-kira semuanya mungkin ada 20 lembar? Apalagi, ditandatangani oleh orangnya langsung. Aku minta padanya “Gambar hati, gambar hati! Lalu, tulis kepada Mona-chan” (XD). Aduh, dia itu sangat manis, gawat. Akhir-akhir ini, bisa melihat Risa dari dekat membuatku terharu.

– Bukankah itu namanya cinta sejati? (XD). Karena cintamu pada Risa sudah cukup tersampaikan, kita akan berganti topik… musik seperti apa yang kau dengarkan akhir-akhir ini?

Shida: Aku sering mendengarkan “neveryoung beach”.

– Oh, berpindah ke aliran “yokonorikei”? Pasti suka “Suchmos” juga.

Shida: Aku suka. Aku ingin menonton konser mereka. Lalu, “ELLEGARDEN” dan “RIZE” juga suka. Pemain bass “RIZE”, KenKen-san itu keren.

– Lagu “Eccentric” Keyakizaka46 juga tidak kalah keren lho!

Shida: Aku juga suka. Mungkin lagu Keyaki yang paling kusukai saat ini. Saat pertama kali mendengarkannya, menghubungkan lirik dengan bagian verse, entah bagaimana aku merasa itu tidak cocok. Tapi, begitu mendengarkannya saat  rekaman, pelan-pelan aku jadi menyukainya.

– Aku berharap akan ditampilkan di konser atau festival musim panas. Shida-san juga menantikan festival semacam itu, kan?

Shida: Aku memang menantikannya, tapi kalau menampilkan “Fukyouwaon” di luar ruangan dengan panasnya udara musim panas, aku cemas bakal jadi seperti apa. Sebelum bridge ada bagian saat member berjatuhan. Rasanya setelah jatuh kami jadi tidak bisa berdiri lagi (XD).

– Itu artinya akan ditampilkan paling terakhir seperti di Konser Ulang Tahun Ke-1, ya? Tapi, intensitas “Fukyouwaon” di hari itu benar-benar luar biasa.

Shida: Sebenarnya member juga merasa bahwa “Fukyouwaon” di hari  itu adalah  yang terbaik. Meskipun bilang begitu, di festival itu ada banyak orang selain penggemar Keyaki, jadi bagaimana agar bisa diterima, ya… ada perasaan cemas sih, tapi sekarang aku merasa deg-degan.

Next Post

Previous Post

© 2018 Keyakizaka46 Indonesia