[Terjemahan] Quick Japan vol.135 – Desainer Kimika Onai “Memori tentang Kostum & Keyakizaka46”

Seiring berjalannya waktu, sejumlah kostum semakin lekat dengan Keyakizaka46 sejak debut mereka di April 2016. Kimika Onai ーperancang desain seluruh kostum Keyakizaka46, termasuk kostum single ke-5ー mengingat kembali memori tentang gadis-gadis itu di tiap masa yang berbeda.

Silent Majority

Poin 1: Kain berwarna hijau
Butuh waktu yang lama untuk mencari kain yang bahannya terasa seperti sebuah seragam (militer), dan berwarna hijau yang indah. “Aku sudah memborongnya, jadi kain ini mungkin sudah tidak ada lagi di Jepang (XD)”.

Poin 2: Rok yang multifungsi
Desain yang dibuat dan diperbaiki berulangkali untuk mencapai keseimbangan yang optimal dan bisa pas dengan lebarnya rok, tujuannya supaya bisa mendukung aktivitas mereka, baik saat menari maupun acara variety.

Komentar
Setelah ditentukan bahwa warna temanya adalah hijau, ada sebuah pembicaraan bahwa kostum yang terlihat solid mungkin saja menarik, semuanya berawal dari situ. Meskipun detailnya cukup garang, aku tetap mengikuti ciri khas Sakamichi Group dengan baju terusannya, lalu dibuat dengan cantik dan elegan, aku merancangnya dengan keseimbangan semacam itu. Nogizaka46 punya seragam dan kostum untuk tampil yang terpisah, tapi untuk Keyakizaka46 aku merancangnya dengan pertimbangan khusus, yaitu satu kostum bisa mendukung dua kegiatan mereka sekaligus. Supaya terlihat seperti seragam (militer) sungguhan, aku tidak memasang hiasan yang berlebihan, poin utamanya adalah bagaimana kostum ini diselesaikan dengan cara yang simpel.

Sekai ni wa Ai shikanai

Poin 1: Detail khas pakaian musim panas
”Hanya ada sedikit bagian yang menunjukkan desain pakaian musim panas, misalnya hiasan di bagian pundak, aku menggabungkan motif yang simpel dengan macam-macam hiasan.”

Poin 2: Berhubungan dengan kostum single pertama
Sebuah rok yang mudah diingat dengan garis berwarna biru dongker yang mirip dengan 2 garis yang ada pada bagian lengan kostum “Silent Majority”.

Komentar
Kostum single pertama punya imej yang sangat keren, dengan tetap mempertahankannya, aku merancang kostum ini menyesuaikan dengan nuansa lagunya, sebuah kostum yang juga bisa terlihat menyejukkan. Karena ini adalah pakaian musim panas, aku membuatnya dengan motif seragam pelaut, tapi kalau hanya seperti seragam pelaut pada umumnya pasti terasa membosankan, jadi aku merancangnya dengan dasar warna putih dan biru dongker seperti sekarang. Aku tidak menggunakan hiasan yang khas perempuan, seperti pita atau semacamnya pada kostum ini. Saat aku diberitahu supaya membuat kostum yang bisa lebih menonjolkan tarian mereka, yang terbayang di kepalaku adalah koreografi yang berputar-putar, jadi aku merancang desain rok yang lebar seperti sebelumnya, supaya bisa meninggalkan kesan bagi orang yang melihatnya.

Futari Saison

Poin 1: Matador
Temanya adalah gerakan “matador” yang menunjukkan lapisan rok berwarna merah saat mereka menarikan bagian reff. “Ada baiknya memperlihatkan suatu pertunjukkan kecil saat mereka menari”.

Poin 2: Motif trench coat
Memasukkan unsur trench coat, seperti lapisan di kedua sisi bagian dada, sabuk di pergelangan tangan, dan lapisan yang terbelah di bagian punggung.

Komentar
Ini adalah desain yang paling kusukai. Aku diminta untuk membuat “desain yang belum pernah ada selama ini”, jadi aku ingin membuatnya terlihat cantik. Aku menggunakan warna merah marun yang terasa lembut dan khas musim gugur, namun juga terlihat keren dan mengesankan. Aku memakai motif kotak-kotak yang sedang populer, mungkin itu akan membuatnya jadi terlalu cantik, tapi kupikir aku bisa membuat desain yang khas Keyakizaka46 dengan cara membuat trench coat menjadi sebuah baju terusan. Dengan memakai warna merah marun dan camel, keduanya menjadi warna dari seragam Kanji Keyaki dan Hiragana Keyaki.

Otona wa Shinjite Kurenai

Poin 1: Masa depan dan retro
Desain ini terinspirasi dari seragam Takarazuka. Kerah dan pitanya membuatnya terasa retro.

Poin 2: Bekerja di lokasi
Tampaknya kancing dan emblemnya dijahit langsung di lokasi syuting video klip. “Setelah kancingnya terpasang segera dipakai ya, ayo selanjutnya!”

Komentar
Setelah melakukan rapat, aku langsung menggambar desainnya, aku sudah mencari kain sejak pagi hari… mungkin aku membuat desainnya sekitar 72 jam (XD). Karena warnanya abu-abu, aku kemudian menemukan kata kunci yang di luar dugaan, yaitu “Takarazuka” dan ”masa depan”. Karena aku diberitahu bahwa mereka akan menari dengan intens, aku merancang desain rok yang berkibar-kibar. Dengan rok yang panjang, kostum ini terasa klasik, lalu memakai stoking, bagian lehernya juga ketat, aku membuatnya dengan gaya seragam Takarazuka yang tidak mengekspos tubuh mereka. Bagian belakangnya kubuat modis, meskipun retro tapi tidak terasa ketinggalan zaman.

FNS Song Festival

Poin 1: Bordir daun Keyaki
Bordir daun Keyaki dipasang di seluruh bagian, seperti di bagian kerah dan lengan. “Bagian yang tidak ada daunnya merupakan jahitan tangan, emblemnya pun dibuat elegan untuk kegiatan akhir tahun.”

Poin 2: Medali di pita
Dengan dipasangnya medali di pita jaket Napoleon, desain ini dibuat berdasarkan pada pakaian formal di masa lalu.

Komentar
Karena mereka akan menyanyi di Hiten Hall dari Shin Takanawa Princess Hotel (tempat diadakannya “FNS Song Festival”), aku ingin menampilkan sesuatu yang elegan sesuai dengan tempatnya, namun dengan tetap mempertahankan corak khas seragam (militer), itu permintaan yang cukup sulit sebenarnya (XD). Pada akhirnya, aku ingin merancangnya seperti pakaian formal di masa lalu. Kupikir hiasan seperti rumbai-rumbai dan berlian imitasi tidak akan cocok dengan penampilan Keyaki, aku cukup kesulitan membuat pakaian yang mencolok. Di kostum ini aku memakai bahan velour supaya terlihat berkelas, lalu dengan bordiran daun Keyaki, kupikir ini menjadi kostum yang megah sekaligus solid.

NHK Kouhaku Uta Gassen Ke-67

Poin 1: Selempang dan jaket Napoleon
“Aku menerapkan konsep baju terusan dengan gaya pakaian formal di masa lalu, dengan selempang dan jaket Napoleon. Maknanya adalah merayakan sesuatu.”

Poin 2: Kerendahan hati, kebaikan, dan ikatan
Di selempang mereka juga telah dibordir hal yang mereka teriakkan saat membentuk lingkaran: kerendahan hati (HUMILITY), kebaikan (KINDNESS), dan ikatan (BONDS).

Komentar
Aku diberitahu “Semuanya kuserahkan padamu”, ini juga adalah Kouhaku pertama bagiku karena sebelumnya aku tidak pernah diserahi hal semacam ini, ini adalah salah satu dari banyak desain yang kugambar dengan penuh kesulitan. Aku juga membayangkan gaya pakaian formal untuk kostum ini, lalu supaya kostum ini layak disandingkan dengan kostum artis lainnya, aku memesan bahan kustom yang berkilauan saat terkena cahaya. Mereka membawakan lagu debut di penampilan pertama di tahun pertama mereka, itu merupakan sesuatu yang sangat emosional, aku ingin kostum itu bisa meninggalkan sebuah jejak, dilihat dari manapun tetap terlihat seperti kostum Keyakizaka46, kostum yang solid dan spesial… aku memikirkannya secara mendalam. Saat semua member berbaris dengan kostum ini, mereka terlihat solid dan menakutkan (XD), kupikir itu juga adalah sebuah makna.

Fukyouwaon

Poin 1: Rok yang dibuat untuk adegan pertarungan
Menyesuaikan dengan tarian yang intens, rok ini didesain untuk gerakan layaknya pertarungan di anime. Begitu semuanya terselesaikan, seolah-olah mereka masih punya tenaga untuk memperbaikinya sekali lagi. Poin utamanya adalah “Beratnya, fleksibilitasnya, dan perjuangan di dalamnya”.

Poin 2: “Seragam” yang tidak realistis
Dengan meminimalisir penggunaan hiasan, kostum ini memperlihatkan nuansa pakaian normal dengan tetap mempertahankan corak khas seragam (militer). Kostum ini memperlihatkan akses garis merah yang tegas, kemudian bahan-bahan yang berbeda dijahit menjadi satu.

Komentar
Saat membuat kostum ini, timku kebingungan apakah akan memperlihatkan elemen yang pernah dipakai selama ini atau tidak. Pertama-tama, lagunya dibawakan dengan tarian yang menghentak, dan akhirnya aku mendapatkan ide setelah sempat mengikuti rapat pembuatan video klipnya. Aku diberitahu bahwa mereka akan menari layaknya bertarung hidup dan mati, kemudian yang terbayang di pikiranku hanyalah anime “Ghost in the Shell”. Sosok “gadis yang sedang bertarung” itu terasa seperti berada di suatu tempat di dunia 2 dimensi, karena itu aku merancang desain seragam yang tidak realistis.

Kaze ni Fukaretemo

Poin 1: Pengaruh dari kebudayaan Inggris
Adanya manset dengan banyak kancing, hingga sepatu dari Dr. Martens menunjukkan kostum ini mengadopsi desain dan item yang dipengaruhi oleh kebudayaan Inggris.

Poin 2: Tidak bisa dipakai seorang diri?
Yang mudah diingat dari kostum ini adalah sabuk berbentuk X yang mengelilingi bagian dada dan juga punggung. “Aku tidak tahu sebaiknya memasukkan tangan dan kaki di bagian mana sampai bisa terbiasa memakainya, pokoknya seragam yang membutuhkan bantuan orang lain untuk memakainya (XD)”.

Komentar
Ini single pertama dimana mereka punya seragam dan kostum untuk tampil yang terpisah, aku membuatnya dengan asumsi bahwa seragam ini tidak akan dipakai untuk menari. Selama ini desainnya mengarah pada sesuatu yang keren dalam bentuk baju terusan, tapi di kostum ini aku berpikir bagaimana jadinya kalau menggabungkan berbagai elemen dalam baju terusan yang cantik. Akhirnya aku menggunakan motif khas Inggris yang namanya mods and punk, sebuah desain yang berbeda dari yang ada selama ini. Hanya saja, aku berusaha merancangnya tanpa merusak imej grup, yaitu semangat memberontak yang tergambarkan dalam lagu yang mereka nyanyikan selama ini.

==================================================
Catatan: saya tidak terbiasa dengan dunia mode, jadi apabila ada penggunaan istilah yang keliru, mohon dimaklumi (hunter934).

Next Post

Previous Post

  • |ω・)

    makasih ya gan, atas terjemahannnya, hhe

© 2018 Keyakizaka46 Indonesia